Hemodialisis dilakukan dengan mengalirkan darah dari tubuh ke mesin melalui jarum pada akses vaskular (fistula, graft, atau kateter). Di dalam mesin, darah dibersihkan oleh dialyzer yang bekerja seperti ginjal buatan, lalu dialirkan kembali ke tubuh. Satu sesi umumnya berlangsung sekitar 3 sampai 5 jam dan dilakukan 2 sampai 3 kali per minggu, sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Selama tindakan, tekanan darah, denyut nadi, dan kondisi Anda dipantau terus oleh petugas.
Lihat SelengkapnyaFAQ Hemodialisis
Temukan informasi umum seputar hemodialisis.
Pertanyaan yang sering diajukan
Keluhan lemas, pusing, kram, atau mual saat dan setelah hemodialisis cukup sering terjadi. Penyebabnya antara lain penurunan tekanan darah karena cairan ditarik cukup cepat, perubahan keseimbangan zat dalam darah, dan anemia yang menyertai penyakit ginjal kronik. Sampaikan keluhan ini kepada petugas, karena pengaturan terapi dapat disesuaikan.
Lihat SelengkapnyaDianjurkan: protein dan kalori yang cukup sesuai anjuran dokter atau ahli gizi, serta pengaturan garam dan cairan. Perlu dibatasi: makanan tinggi natrium (garam, makanan olahan, penyedap), tinggi kalium (pisang, alpukat, kentang, kelapa, air kelapa), dan tinggi fosfor (jeroan, keju, minuman bersoda). Jenis dan jumlahnya harus disesuaikan dengan kondisi Anda oleh dokter atau ahli gizi.
Lihat SelengkapnyaSaat fungsi ginjal menurun berat, ginjal tidak lagi mampu membuang sisa metabolisme dan kelebihan cairan. Akibatnya zat sisa menumpuk, cairan berlebih dapat menimbulkan bengkak dan sesak, keseimbangan elektrolit terganggu, serta tekanan darah dan produksi sel darah merah ikut terdampak. Hemodialisis menggantikan sebagian fungsi tersebut.
Lihat SelengkapnyaGinjal sehat bekerja otomatis: menyaring darah, membuang sisa metabolisme, mengatur cairan dan elektrolit, mengendalikan tekanan darah, serta menghasilkan hormon. Ginjal yang mengalami gangguan berat kehilangan sebagian besar kemampuan itu, sehingga penyaringan harus dibantu mesin dan pengaturan dilakukan terus-menerus melalui obat, diet, dan pembatasan cairan.
Lihat SelengkapnyaPenghentian hemodialisis adalah keputusan medis yang diambil dokter bersama pasien dan keluarga, tidak boleh diputuskan sendiri. Hanya tim medis yang merawat Anda yang dapat menilai apakah terapi masih memberi manfaat, perlu diubah, atau perlu dialihkan ke bentuk terapi lain. Melewatkan atau menghentikan sesi tanpa pengawasan berbahaya bagi tubuh.
Lihat SelengkapnyaMenjaga tekanan darah dan gula darah tetap terkontrol, cukup minum air, tidak merokok, menjaga berat badan ideal, serta berhati-hati dengan obat pereda nyeri jangka panjang tanpa pengawasan dokter. Bagi yang berisiko (hipertensi, diabetes, riwayat keluarga), lakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala.
Lihat SelengkapnyaHemodialisis tidak menyembuhkan penyakit ginjal, melainkan menggantikan sebagian fungsi ginjal agar tubuh tetap terjaga dan keluhan berkurang. Pada gagal ginjal kronik tahap akhir, fungsi ginjal umumnya tidak kembali normal; penyembuhan menyeluruh umumnya memerlukan transplantasi ginjal. Pada gagal ginjal akut, fungsi ginjal masih dapat pulih sehingga dialisis dapat bersifat sementara.
Lihat SelengkapnyaHemodialisis membuang zat sisa metabolisme dan cairan berlebih dari tubuh, menjaga keseimbangan elektrolit, membantu mengendalikan tekanan darah, serta mengurangi keluhan seperti sesak, mual, dan lemas. Tujuan utamanya: membuat pasien merasa lebih baik, lebih aman, dan tetap mampu beraktivitas.
Lihat SelengkapnyaTidak ada pertanyaan yang sesuai. Coba kata kunci lain.