Perbedaan utama terletak pada kemampuan bekerja secara mandiri dan menyeluruh:
- Ginjal sehat menyaring darah sepanjang waktu, membuang sisa metabolisme, mengatur jumlah air dalam tubuh, menjaga keseimbangan elektrolit, membantu mengatur tekanan darah, serta menghasilkan hormon untuk pembentukan sel darah merah dan pengaturan kesehatan tulang.
- Ginjal yang mengalami gangguan berat tidak mampu menjalankan fungsi tersebut. Zat sisa dan kelebihan cairan menumpuk, tekanan darah dan elektrolit tidak stabil, serta muncul anemia dan gangguan tulang.
- Akibatnya penyaringan perlu dibantu mesin dialisis secara berkala, ditambah pengaturan makanan, pembatasan cairan, dan obat-obatan yang dijalankan terus-menerus.
- Fungsi yang sudah hilang umumnya tidak kembali seperti semula. Karena itu terapi pengganti fungsi ginjal bersifat jangka panjang, kecuali pada kondisi gagal ginjal akut yang masih mungkin pulih.
Terapi pengganti fungsi ginjal terdiri dari hemodialisis, dialisis peritoneum, dan transplantasi ginjal. Pilihan terapi ditentukan bersama dokter.