Hemodialisis pada umumnya merupakan terapi jangka panjang bagi pasien dengan penyakit ginjal kronik tahap akhir. Menghentikan terapi bukan tindakan yang bisa diambil sendiri oleh pasien maupun keluarga, karena berkaitan erat dengan keselamatan.
Beberapa hal yang perlu dipahami:
- Terapi bisa berhenti karena tidak diperlukan lagi, misalnya setelah pasien menjalani transplantasi ginjal yang berhasil, atau pada gagal ginjal akut yang fungsinya pulih kembali. Keputusan ini diambil dokter berdasarkan hasil pemeriksaan.
- Terapi dapat diubah bentuknya, misalnya beralih ke dialisis peritoneum atau transplantasi ginjal, sesuai kondisi dan pilihan pasien.
- Pada kondisi tertentu, tim medis bersama pasien dan keluarga dapat membahas penghentian terapi bila dinilai tidak lagi memberikan manfaat, dengan tetap mengutamakan kenyamanan pasien. Pembahasan seperti ini selalu dilakukan secara terbuka bersama dokter yang merawat.
Yang penting: melewatkan sesi atau menghentikannya sendiri tanpa pengawasan dapat menimbulkan penumpukan racun, kelebihan cairan, dan gangguan irama jantung yang membahayakan nyawa. Bicarakan setiap keraguan Anda dengan dokter dan tim dialisis, termasuk bila merasa lelah menjalani terapi.